Batasan Yang Boleh Dilihat Saat Khitbah

A. Mazhab Al-Hanafiyah

As-Sarakhsi (w. 483 H) menuliskan di dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

لا شك أنه يباح النظر إلى ثيابها ولا يعتبر خوف الفتنة في ذلك فكذلك إلى وجهها وكفها وروى الحسن بن زياد عن أبي حنيفة أنه يباح النظر إلى قدمها أيضا

Tidak diragukan lagi bahwasannya seorang laki-laki diperbolehkan melihat baju seorang wanita dan tidak dianggap akan menimbulkan fitnah, begitupula wajah dan telapak tangannya, bahkan Al-Hasan ibn Ziyad meriwayatkan dari Abu Hanifah diperbolehkan melihat telapak kakinnya.

As-Sarakhsi Al-Mabsuth, jilid 10 hal. 153

B. Mazhab Al-Malikiyah

Ibnu Rusyd (w. 595 H) menuliskan di dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid sebagai berikut :

وأما النظر إلى المرأة عند الخطبة، فأجاز ذلك مالك إلى الوجه والكفين فقط

Menurut Imam Malik, batasan tubuh wanita yang boleh dilihat saat khitbah adalah wajah dan kedua telapak tangan saja.

Ibnu Rusyd Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, jilid 3 hal. 31

C. Mazhab Asy-Syafi’iyah

An-Nawawi (w. 676 H) menuliskan di dalam kitabnya Raudhatu At-Thalibin sebagai berikut :

ثم المنظور إليه الوجه والكفان ظهرا وبطنا، ولا ينظر إلى غير ذلك

Boleh melihat bagian wajah dan kedua telapak tangan, bagian dalam dan luar, dan tidak diperbolehkan melihat bagian lain

An-Nawawi Raudhatu At-Thalibin, jilid 7 hal. 20

D. Mazhab Al-Hanabilah

Ibnu Qudamah (w. 620 H) menuliskan di dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

ينظر إلى الوجه ولا يكون عن طريق لذة وله أن يردد النظر إليها ولا يباح له النظر إلى ما لا يظهر عادة

Dibolehkan melihat wajahnya dengan tidak disertai dengan syahwat dan dibolehkan mengulangi pandangannya. dan tidak diperbolehkan memandang kepada bagian yang tidak biasa dilihat.

Ibnu Qudamah Al-Mughni, jilid 7 hal. 97

E. Mazhab Azh-Zhahiriyah

Ibnu Hazm (w. 456 H) menuliskan di dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

ولا يجوز له أن ينظر منها إلا إلى الوجه والكفين فقط، لكن يأمر امرأة تنظر إلى جميع جسمها وتخبره.

Tidak diperbolehkan baginya untuk melihatnya kecuali wajah dan telapak tangannya, akan tetapi diperbolehkan mengutus seorang wanita untuk melihat seluruh tubuhnya dan menginformasikan kepadannya.

 

 

Sumber : https://www.rumahfiqih.com/

Mungkin Anda juga menyukai