Memahami Taat

Oleh : Musyaffa Ahmad Rahim, Lc
Ada sebuah peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah صلى الله عليه وسلم hidup yang berkaitan dengan permasalahan yang kita bicarakan di sini. Pada suatu ketika, Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengutus pasukan ke suatu daerah untuk suatu misi. Beliau mengangkat seorang komandan dari suku Anshar dan memerintahkan para sahabat untuk mematuhi segala perintahnya.
Di tengah perjalanan, sang komandan marah kepada pasukannya karena sesuatu hal. Dia pun berkata: “Bukankah Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah memerintahkan kalian untuk patuh kepadaku?” Pasukan menjawab: “Ya, benar!”
“Kalau begitu, kumpulkan untukku kayu bakar!” Perintah sang komandan. Lalu pasukan mengumpulkan kayu bakar dengan segera.
Setelah terkumpul kayu bakar, komandan berkata lagi: “Nyalakan api!” Lantas api pun dinyalakan sehingga menjadi besar.
Lalu sang komandan memerintahkan kepada pasukannya: “Masuklah kalian ke dalam api itu!”
Para sahabat yang menjadi pasukannya merasa berat untuk mengikuti perintah sang komandan untuk masuk ke dalam api karena bisa menyebabkan mereka mati terpanggang sia-sia.
Mereka merasa bimbang antara  mentaati perintah komandan dan antara mati bunuh diri. Mereka pun berdiam diri tidak mengikuti perintah tersebut sampai akhirnya api menjadi padam, dan redalah amarah sang komandan.
Ketika kabar tentang kejadian ini sampai kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم , beliau berkomentar: “Kalau seandainya mereka memasuki api itu (untuk membunuh diri-diri mereka), niscaya mereka tidak akan pernah keluar dari api itu selamanya (baik api di dunia maupun akhirat).”
Kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم melanjutkan:
لا طاعة في معصية الله إنما الطاعة في المعروف
“Tidak ada ketaatan (kepada makhluk) dalam hal bermaksiat kepada Allah. Sesungguhnya taat (kepada makhluk) itu hanyalah dalam perkara kebaikan.”
Maknanya, perintah sang komandan kepada pasukannya agar membakar diri mereka di dalam api, itu adalah perintah untuk berbuat maksiat karena Allah telah melarang hamba-Nya untuk melakukan bunuh diri. Oleh karena itu, diharamkan bagi mereka untuk menaati perintah tersebut. Allah ta’ala berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, karena sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian.” [QS An Nisa`: 29]
Kisah ini dapat anda lihat di dalam kitab Shahih Al Bukhari (4340) dan Muslim (1840). Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran dan nasehat bagi kita semua. Amin

Mungkin Anda juga menyukai