Khutbah Jum’at – Pembelajaran Islam

Sidang jama’ah jumat yang dirahamati Allah
Ketika bumi ini hanya dihuni oleh adam dan hawa maka syariat yang diturunkan oleh Allah SWT kepada mereka adalah syariat yang sesuai dengan kebutuhan mereka. begitu adam dan hawa mulai beranak pinak dan membentuk keluarga, syariat yang diturunkan kembali disesuaikan dengan kebutuhan keluarga itu.

Begitu keluarga itu membesar, mereka membentuk kabilah. maka syariat yang diturunkan kepada kabilah-kabilah itu sesuai dengan kebutuhan kabilah. Ketika kabilah-kabilah itu berkembang lebih besar lagi menjadi suku bangsa, maka syariat yang ditunkan kepada mereka itu disesuaikan dengan kebutuhan manusia.. dalam siklus-siklus komunitasnya yang besar.

Didalam perkumpulan populasi-populasi manusia itulah Allah SWT menurunkan Nabi-nabi dan Rasul dan jumlahnya secara keseluruhan berbeda-beda didalam riwayat. Salah satunya mengatakan jumlahnya 125.000 nabi dan rasul, dan riwayat lain mengatakan jumlahnya 350.000 Nabi dan Rasul. Sampai kemudian Allah SWT memutuskan bahwa dalam suatu tahapan pertumbuhan manusia, cukuplah bagi Allah SWT meninggalkan kitab suci dan tidak menurunkan Nabi dan Rasul untuk menjelaskan kitab suci itu.
tulah sebabnya Allah swt menutup mata rantai kenabian kepada Nabi Muhammad SAW., tapi kemudian mengabadikan kitab suciNya dan berjanji untuk senantiasa menjaga kemurnian kitab suci itu “Inna nahnu nazzalna dzikrodzikra wa inna lahu lahafidzuun“.(sesungguhnya kami yg menurunkan adz-zikra (quran) dan kami yg mnjaganya. Al-hijr:9 :red). Salah satu alasannya adalah karena umat manusia sudah sampai pada tahap kedewasaan akalnya untuk mengelola hidupnya dengan hanya membaca pesan-pesan Allah SWT melalui kitab sucinya itu.
Sidang jama’ah jumat yang dmuliakan Allah SWT
KItah suci Al Qur’an yang kita baca setiap hari ini terdiri dari 6.666 ayat. hampir sebagian besar isinya hampir seluruh, seluruh isinya atau sebagian besar isinya adalah berita-berita sejarah. bahkan ulama-ulama kita mengatakan bahwa ayat-ayat hukum yang ada didalam Al Qur’an itu, tidak lebih dari 2% dari ayat-ayat yang ada didalam Al Qur’an baik itu yang berhubungan dengan hukum pidana atau itu yang berhubungan dengan hukum perdata.
dan diantara kisah-kisah yang termahsyur didalam Al Qur’an itu adalah kisah nabi-nabi. dan nabi-nabi yang disebutkan didalam Al Qur’an itu ada 25 orang. lima diantaranya adalah kisah yang paling banyak berulang diantara kisah nabi-nabi yang lainnya
hadirin sekalian..
Mengapa Al Qur’an menurunkan kisah-kisah ini?,mengapa AL Qur’an menurunkan begitu banyak cerita? dan diluar cerita nabi-nabi itu masih ada cerita-cerita yang lain. Alasannya adalah karena ber-agama itu adalah sebuah proses pembelejaran yang tidak pernah selelai. Usaha aunutk menerepak ajaaran Allah dalam konteks ruang dan waktu kita sebagai manusia. itu adalah usaha pembelajaran yang tidak pernah selesai. sekali waktu kita benar sekali waktu kita salah. Karena didalam proses beragama itu kita tidak berdiri sendiri, ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi kita. ada faktor waktu ada faktor ruang dan ada juga faktor gangguan yang ada disekitar kita semuanya, termasuk diantaranya adalah mengapa Allah SWT menciptakan iblis.
Oleh karena faktor-faktor gangguan itu dan karena faktor-faktor keterbatasan manusiawi kita didalam kerangkan ruang dan waktu itulah maka usaha untuk menjadi orang yang relegius, seorang yang agamis, itu adalah sebuah usaha pembelajaran yang tidak pernah selesai. Oleh karena kita mungkin gagal dalam proses-proses itu maka Allah SWT menciptakan satu mekanisme internal didalam agam ini, yakni mekanisme perbaikan berkesinambungan yang disebut dengan mekanisme taubat. apakah kata pertama yang kita ucapkan begitu kita selesai sholat? kata pertama yang kita ucapkan begitu kita selesai sholat adalahAstaghfirullaah..Apakah kita baru saja melaksanakan dosa? tidak!, kita baru saja melaksanakan amal. Tapi dalam proses pelaksanaan amal itu, sangat mungkin sekali terselip banyak kekurangan.
Maka dengan demikian Istighfar itu membunyai dua makna sekaligus. Satu makna adalah makna pengampunan dosa, satu lagi adalah makna penyempurnaan amal. Dan didalam dua makna inilah kita mengalami satu proses perbaikan berkesinambungan. Maka Rasulullah SAW mengatakanKullu ibni Adam Khoththoun wa khoirul khoththooiina ttawwabuuna (كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ):Semua anak cucu adam pasti akan melaksanakan kesalahan, tapi sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang-orang yang terus menerus bertaubat.
Proses menjadi lebih baik yang terus menerus itulah yang kemudian… berkorelasi dengan hikmah mengapa Allah SWT terus menerus meminta kita untuk mencari ilham dari kisah nabi-nabi itu didalam kita menjalani kehidupan kita, dalam kita menjalani proses perjuangan kita sebagai manusia untuk menjadi hamba Allah yang berjuang ini.
Salah satu bagian dari kisah itu misalnya yang kita lihat, kalau kita mungkin menghadapi situasi-situasi yang berbeda-beda, maka Allah menciptakan atau model-model cerita yang berbeda-beda tetapi mungkin memiliki kesesuaian didalm konteks kehidupan kita baik sebagai individu maupun sebagai umat.

Kita bisa mengatakan bahwa cerita Nabi Musa seluruhnya adalah cerita konflik perlawanan antara agam adan negara. dan kita bisa mengatakan cerita Nabi Yusuf seluruhnya yang berawal dari sumur dan berujung di istana itu adalah sebuah kisah tentang sebuah kolaborasi agama dan negara, dimana agama itu tidak berkuasa penuh dinegara itu, tetapi konten negara itu seluruhnya adalah agama.dan kita bisa mengatakan cerita bahwa Nabi Sulaiman itu seluruhnya adalah saat dimana agama berkuasa penuh dalam sebuah negara.

jika kita membaca tiga cerita ini didalam konteks-konteks ini semuanya, maka kita akan mendapatkan ma’alim, kita akan mendapatkan petunjuk jalan. Darimana kita menemukan sumber ilham ketika kita sedang menjadi berada pada situasi konflik dengan negara, dan darimana kita mendapatkan sumber ilham ketika kita ada berkolaborasi dengan negara tetapi kemudian sedang… konflik. dan bagaimana kita mendapatkan ilham ketika kita sedang berkuasa penuh dalam sebuah negara atas nama agama.

Oleh karena itu bahkan kita menemukan doa-doa ketiga nabi ini juga berbeda-beda. Apakah doa Nabi Musa? Robbisyrohli shodri wa yassirli amri wahlul ‘ukdatan millisani yafqohu qouli  Lapangkan dadaku Robbisyrohli shodri wa yassirli amri dan mudahkanlah urusanku. Ini doa-doa seseorang yang sedang berada dalam underpresure, berada dibawah tekanan. Robbisyrohli shodri wa yassirli amriwahlul ‘ukdatan dan hilangkan kekeluanmillisani dari lisankuyafqohu qouli supaya mereka memahami apa-apa yang aku katakan, supaya pesanku sampai pada mereka, buat lisanku ini lancar berbicara. itu doa ketika kita berada dalam konflik head to head, tetapi apakah doa Nabi Sulaiman?

Apa doa Nabi Sulaiman, Robbihabli mulkan laa yambaghi liahadin mimba’di Ya Allah berikanlah aku kerajaan yang tidak kan Kau berikan lagi kepada siapapun yang datang sesudahku.

Cerita-cerita ini dihadirkan oleh Allah SWT. sebagai sebuah peristiwa sejarah. Al Qur’an tidak menjelaskan detil-detil peristiwa sejarahnya, tetapi cukup menghadirkan substansi dari keseluruhan dari proses perjalanan sejarah itu, supaya itu bisa menjadi sumber ilham bagi kita begitu kita menghadapi situasi-situasi yang berbeda.

sidang jama’ah jum’at yang berbahagia, itulah sebabnya hubungan kita dengan Al Qur’an ini haruslah menjadi ‘aladan istiham hubungan pencarian ilham. marilah kita terus menerus membuka Al Qur’an dengan sebuah semangan hati dengan sebuah kesiapan pikiran untuk mendapatkan ilham-ilham baru begitu kita mendapati situasi-situasi yang berbeda-beda, baik pada skala individu, skala keluarga, skala masyarakat atau skala negara. Maka diantara doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW Allahumma alhimna rosydana wahdina ila shirothikal mustaqim

Barokallahuli walakum fil Qur’anil ‘adhim wa nafa’ wa iyyakum bima fihi minal ayati wa dzikril hakim. Akulu Qoulihadza wa astaghfirullahi .

Mungkin Anda juga menyukai