Serial Manhaj Ishlah ke 6

Imam Syahid menjelaskan tujuan-tujuan dakwah dan aktualisasinya dalam metode-metode praktis yang menerangkan tentang maksud-maksudnya, ia berkata: “Tujuan dan target kalian adalah target-target Islam yang hanif, adapun maksud-maksudnya adalah :
Memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka dan menjelaskan tentang dakwah Al Quran, menyampaikannya kepada masyarakat dengan cara yang baik serta sesuai dengan konteks kekinian, agar keelokan dan keindahan dapat diungkap serta menjawab syubhat-syubhat dan kebatilan.
Menghimpun kaum muslimin secara amali kedalam prinsip-prinsip Islam dengan memperbaharui kehebatan pengaruhnya di dalam jiwa.
Memberikan pelayanan kepada masyarakat dan membersihkannya dari kebodohan, penyakit, dan kefakiran, serta memberikan dukungan untuk kebaikan dan manfaat umum dalam pelbagai bentuk.
Seseorang tidak akan merasa memiliki kehormatan, dan kemuliaan, kecuali jika ia bisa menikmati rasa kenyang, tidak tergantung dengan orang lain, dan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Islam sangat memperhatikan sisi ini, oleh karena itu ia tidak melupakan sisi ekonomi dan tidak menyepelekan perbaikan finansial. Islam bahkan menempatkannya menjadi bagian utama yang akan mengokohkan persatuan dan kesatuan umat, baik secara personal maupun secara kolektif. Sehingga bisa menaikkan status sosial dan mendekatkan kelas-kelas masyarakat serta menenangkan setiap individu masyarakat terhadap dirinya sendiri, kerabat dan putera-puteri mereka. Terjaminnya rasa keadilan sosial secara benar dan terpenuhinya peluang yang sama bagi setiap individu.
Jika tujuan-tujuan ini tidak dapar terwujud kecuali dengan berdirinya sebuah negara, maka sudah seharusnya kita meminta hak untuk mendirikan sebuah pemerintah Islam yang memperhatikan nilai-nilai, hukum dan ajaran-ajarannya.
Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan sepenuhnya. Adalah sebuah keniscyaan yang manusiawi jika bagian dari tujuan-tujuan kalian –sebagai dakwah Islam yang benar dan menyeleruh- seperti membebaskan lembah Nil, negara-negara Arab dan negara-negara Islam dengan seluruh wilayah bagiannya dari tangan orang asing.
Dakwah Islam yang hanif tidak terbatas pada satu bangsa tanpa bangsa yang lain, atau pada satu kawasan tanpa kawasan yang lain, sesungguhnya Allah Swt. berfirman:
“Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui.”
(Q.S Saba: 28)
​“Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.”
(Q.S Al Furqan: 1)
“Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.”
(Q.S Ibrahim: 1)
​Ini adalah dasar pertama sisi spiritual dan amal yang diletakkan di bumi ini sebagai wadah persatuan dunia.
Dan hendaknya dakwah kalian wahai saudara-saudaraku tercinta *mengupayakan terciptanya perdamaian dunia dan pembinaan kehidupan baru untuk manusia*, dengan menunjukkan kepada mereka keelokan dan keindahan agama kalian, mengagungkan prinsip dan ajaran-ajarannya kepada mereka, serta memberikannya kepada mereka.
Itulan tujuan dan target dakwah kalian, semuanya *bersumber dari nilai-nilai Islam yang hanif, tak selembar rambutpun yang keluar dari batasan tersebut.
“Segala puji bagi Allah yang Telah menunjuki kami kepada (surga) ini. dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.”
(Q.S Al A’raf: 43)

Mungkin Anda juga menyukai