Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin

Dasar pemikiran

Dakwah Islam adalah Proyek Kebangkitan:
Imam Syahid berkata di dalam risalahnya ‘Dakwah kami’ :
“Kami ingin berterus terang kepada semua orang tentang tujuan kami, memaparkan di hadapan mereka metode kami, dan membimbing mereka menuju dakwah kami. Di sini tidak ada yang samar dan remang-remang. Semuanya terang. Bahkan lebih terang dari sinar mentari, lebih jelas dari cahaya fajar, dan lebih benderang dari putihnya siang.”

Perbedaan antara kami dan kaum kami  setelah persamaan keimanan- bahwa mereka memiliki keimanan yang stagnan dan pulas tertidur, sementara keimanan yang bersemayam di dalam jiwa Ikhwanul Muslimin adalah keimanan yang kuat membara.
Kami memahami Islam dengan pemahaman yang luas dan integral, yang sejatinya mengatur seluruh urusan dunia dan akhirat, ia tidak terbatas untuk perkara-perkara ibadah atau kerohanian … “

Sesungguhnya dakwah, dan seluruh tujuannya, sarana, metode, dan syiar-syiarnya sangat jelas dan terperinci.
Ia disampaikan secara terbuka dan tidak ditutup-tutupi atau dirahasiakan. Tidak pula bertele-tele dan berbasa-basi. Tidak ada kesangsian dan keraguan. Dasar dan rujukannya adalah Islam, celupannya Islam, dan tujuannya adalah Allah azza wa jalla.

Sebagaimana dakwah mampu mewujudkan dan mencakup seluruh sisinya dengan segenap realisasi amal dan sifat-sifat dakwah Islam, dan seluruh segmen perbaikan, ia tidak terbatas hanya pada satu sisi tanpa sisi yang lain, atau memiliki sifat tanpa sifat yang lain, serta sangat menjaga orisinalitas rujukannya kepada Islam yang suci dan jernih sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Saw., mengikuti metode para sahabat, dan ulama-ulama terdahulu semoga Allah meridhai mereka.
Dakwah ini juga sangat menguasai secara mendalam kondisi dan realitas kehidupan umat serta bahaya dan kendala yang dihadapinya, penyakit dan penyebabnya. Ia mengenal jalan yang dilaluinya secara jelas, fase, sarana penyembuhan dan metodenya: Ia adalah Dakwah salafiyah, Thariqah suniyah, hakikat sufiyah, hai’ah siyasiyah, Jama’ah riyadhiyah, Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah, Syarikah Iqtishadiyah, Fikrah ijtima’iyah.”

Dengan ungkapan yang lain sesungguhnya kita membawa, “Proyek dakwah Islam sesuai dengan dengan manhaj nabawi untuk kebangkitan umat.
Ini bermakna bahwa sesungguhnya kami tidak hanya partai politik yang dimiliki sebuah komunitas muslim yang memiliki misi perbaikan Islam, namun lebih dari itu kami memiliki sebuah proyek perbaikan Islami yang merupakan bagian tak terlepaskan dari rekonstruksi (celupan) Islam yang menyeluruh yang dengannya kita mendapatkan celupan serta obsesi yang kita miliki. Ia merupakan proyek yang berkaitan erat dengan peran umat Islam di dalam kehidupan, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah,

​“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. dia Telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. dia (Allah) Telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993], dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, Maka Dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. dia adalah Pelindungmu, Maka dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong.”
(Q.S Al Hajj: 57-58)

Mungkin Anda juga menyukai