Konsep Reformasi Dalam Perspektif Ikhwanul Muslimin Studi Pembelajaran Terhadap Risalah Pergerakan

Konsep dakwah yang dibawa oleh Imam Syahid Hasan Al Banna adalah konsep dakwah yang konfrehensif dan universal, yang mencakup seluruh sisi pemahaman Islam dan mampu menjawab realitas kehidupan nyata.
Seperti semburat fajar pagi yang menyingkap tabir pekat yang menutupi kehidupan umat Islam, ia benar-benar adalah Pembaharu Islam abad 20.
Imam Syahid mampu memadukan pemahaman terhadap nilai-nilai Al Quran dan petunjuk Rasulullah Saw. secara benar dan menyeluruh dengan pembacaan dan perenungannya yang mendalam terhadap fakta-fakta sejarah dan sunah Allah dalam menempatkan sebuah kekuasaan atau eksistensi di muka bumi, termasuk kemampuannya untuk melihat secara jeli dan saksama realitas kehidupan umat Islam, mendeteksi penyakit umat dan mengetahui sarana penyembuhannya serta skala prioritasnya.
Sebelum kedatangan Imam Syahid, sebenarnya telah banyak dilakukan upaya-upaya perbaikan dan reformasi di tubuh umat, namun upaya-upaya tersebut cenderung temporal dan berusia pendek. Beberapa diantaranya belum membawa konsep pemahaman Islam yang benar menyeluruh, atau pemahaman yang mendalam terhadap realitas kehidupan, atau tidak menjaga sunah (ketentuan) Allah dalam proses penetapan eksistensi, atau karena terjadinya penyimpangan seiring pergantian zaman, atau karena _perpindahan ke generasi berikutnya dan ia tak mampu memikulnya, atau karena reaksi-reaksi yang terbatas atau teori serta simbol-simbol hampa tanpa adanya bangunan dakwah kuat dan gerakan yang terus menerus.
Metode ilmu yang dibawa Imam Syahid sangat khas, metode tersebut mampu _mengubah teori dan mimpi-mimpi menjadi kenyataan yang riil, hal ini kemudian ditopang dengan kemampuannya dalam mengorganisir dan mengatur secara baik, yang membuatnya mampu dengan izin Allah- memimpin dan mendirikan sebuah jamaah yang membawa panji-panji Islam, dengan asas yang kuat yang tak mudah hilang dan dihancurkan.
Bangunan yang kuat dan berkesinambungan ini menunjukkan sebagian dari mahakarya Imam Syahid Hasan Al Banna. Suatu hari ia pernah ditanyakan suatu hal, Mengapa anda tidak menulis ilmu yang luarbiasa ini dan melahirkan buku-buku? Ia menjawab, Sesungguhnya aku membina dan menciptakan para pejuang yang membawa kebenaran.
Imam Syahid Hasan Al Banna adalah orang pertama yang menyadari kondisi realitas kehidupan umat, ia mengatahui kadar kerusakan yang didera masyarakat, serta kadar keterbelakangan yang dideritanya.
Kerusakan umat tidak hanya terbatas pada runtuhnya kekhalifahan dan sirnnanya persatuan umat, permasalahannya tidak hanya terbatas pada penjajahan militer tentara asing terhadap negeri-negeri muslim, atau terbatas pada kemunduran tekhnologi di segala bidang. Untuk pertama kalinya kondisi keterbelakangan umat telah sampai pada titik nadir yang sangat membahayakan. Umat dan pondasi penopangnya telah berada jauh di luar kawasan keberadaan dan eksistensinya. Permasalahannya telah sampai pada titik-titik penting dan pondasi dasar berdirinya sebuah masyarakat dan negara.
Problematika di tubuh umat tidak akan bisa dihilangkan dengan perbaikan yang parsial, atau pembenahan pada beberapa sisinya saja, atau hanya dengan melakukan reformasi di sebagian bidang-bidangnya dan dengan menggunakan suntikan-suntikan penenang; problema umat jauh lebih dalam dari semua ini. Kondisi umat telah sampai kepada lubang pertama dalam proses pembinaan dan pembelaannya, negara Islam telah sirna sama sekali, kekuasaannya yang hakiki telah hilang untuk pertama kalinya sejak pendirian negara Islam di Madinah.
Oleh karena itu proyek kebangkitan dan rekonstruksi harus dimulai sesuai dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw.
Bermula dengan pembinaan pribadi muslim secara personal, lalu pembinaan keluarga, pembinaan komunitas muslim hingga pembinaan sebuah masyarakat, sampai akhirnya tiba pada fase penetapan eksistensi dan pendirian sebuah negara dan terus berlanjut hingga memimpin dunia seisinya.

Mungkin Anda juga menyukai