Pesan Nabi Untuk Kita di Bulan Ramadhan (seri kelima)

Oleh : Dr. H. Agus Setiawan, Lc. MA
Memasuki hari kelima di bulan Ramadhan, stamina ibadah mesti dijaga. Ibarat lari maraton, nafas harus panjang untuk jadi pemenang.
Aisyah ra pernah cerita ;
‎عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَخَلَ عَلَيْهَا وَعِنْدَهَا امْرَأَةٌ قَالَ « مَنْ هَذِهِ » . قَالَتْ فُلاَنَةُ . تَذْكُرُ مِنْ صَلاَتِهَا . قَالَ « مَهْ ، عَلَيْكُمْ بِمَا تُطِيقُونَ ، فَوَاللَّهِ لاَ يَمَلُّ اللَّهُ حَتَّى تَمَلُّوا » . وَكَانَ أَحَبَّ الدِّينِ إِلَيْهِ مَا دَامَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ
Nabi saw pernah menemui ‘Aisyah dan di sisinya ada seorang wanita. Nabi saw pun bertanya, “Siapa ini?” ‘Aisyah menjawab, “Si fulanah yang terkenal luar biasa shalatnya.”
Rasulullah saw pun bersabda, “Jangan seperti itu. Hendaklah engkau beramal sesuai kemampuanmu. Demi Allah, Allah itu tidak bosan untuk menerima amalanmu hingga engkau sendiri yang bosan. Sesungguhnya amalan yang paling disukai oleh Allah adalah yang dikerjakan secara kontinu.”
(HR. Bukhari no. 43 dan Muslim no. 485).

Mungkin Anda juga menyukai