Surah Al Fatihah sebagai Ikrar Seorang Muslim

Oleh : Musyafa Ahmad Rahim, MA

Lagi-lagi, ini adalah bukti lain dari enaknya berkawan dengan orang-orang baik: di mana dia selalu mengirimi (memposting) ilmu-ilmu yang insyaAllah bermanfaat dan berkah.

Kali ini, kiriman dia saya beri judul: Surat Al-Fatihah Sebagai Ikrar Rutin Setiap Muslim

Bagaimana tidak?

Setiap hari, seorang muslim selalu memperbaharui janji, ikrar dan komitemennya saat ia mengucapkan:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan

Dan perlu diketahui bahwa kehidupan kita itu memanjang dari bismillahirrahmanirrahim, berlanjut ke: alhamdulillahi rabbil ‘alamin, dan teruus memanjang sehingga sampai kepada ghairilmaghdhubi ‘alaihim waldh-dhallin.

Oleh karena itu, diperlukan adanya al-wafa’ (kesetiaan) terhadap seluruh janji, ikrar dan komitmen ini dengan hati yang selalu merasa senang dan berbahagia saat mendengar pernyataan: arrahmanirrahim.

Juga dengan hati yang dipenuhi oleh rasa pengagungan terhadap pernyataan:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Yang menguasai di Hari Pembalasan

Diramu dengan hati yang tertunduk penuh harap saat mengucapkan permohonan:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus

Juga diwarnai oleh rasa takut dari kemungkinan terseret oleh jalan: orang-orang yang dimurkai oleh Allah SWT, dana tau jalan orang-orang yang tersesat.

Sungguh, ini merupakan janji, ikrar dan komitmen yang sangat agung, yang tertuang dalam sebuah surat Al-Qur’an yang paling agung…

Semoga nilai, makna dan arti janji, ikrar dan komitmen yang agung ini pun disadari dan dipahami oleh hati yang akan menjadi agung pula, amin.

Mungkin Anda juga menyukai