Siapa Sahabat Kita ?

Dari ibnu Abbas RA Menceritakan bahwa Rasulullah pernah ditanya, Wahai Rasulullah manakah diantara kawan-kawan kami yang terbaik?

Beliau menjawab, “Seseorang yang dengan melihatnya mengingatkan kalian kepada Allah, Dengan perkataannya bertambah amal kebaikan kalian, Dan amal-amalnya mengingatkan kalian kepada akhirat,” (HR. Abu Ya’la)
Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap,” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).
Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya,” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927).
Selain hadits-hadits di atas, Allah sendiri telah berfirman soal memilih sahabat ketika di dunia,
“Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja dengan mengharap Ridha-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas,” (Al-Kahfi: 28).

Mungkin Anda juga menyukai