Anis Matta Pemimpin Inspiratif

Inspiratif, ini aspek kepemimpinan yang terpenting, dan nampaknya amat jarang kita temukan saat ini.
Banyak pemimpin yang gagal menjadi sumber inspirasi, ditengah kekosongan gagasan dan narasi.
Sebagai sebuah Harokah Islamiyah, PKS membutuhkan pemimpin inspiratif seperti Anis Matta.
Gagasanya mampu membuka cakrawala berpikir, menambah wawasan dan pengetahuan kader.
Disaat Harokah Islamiyah ini di timpa bencana, Anis Matta berdiri paling depan menyelamatkan kapal yang hampir karam.
Secara otentik ia menunjukkan ketulusan atas ucapan dan tindakanya. Satunya seruan dan pelaksanaan. Satunya tekat dan perbuatan.
Disamping inspiratif, sosok Anis Matta juga mampu menumbuhkan harapan – harapan bagi kader.
Kita paham bahwa, tingkat kepercayaan rakyat atas PKS saat kasus LHI begitu rendah. PKS seperti bebek lumpuh kehilangan daya.
Pemimpin yang memberi harpan adalah mereka yang mampu menjadikan harapan kadernya sebagai ruh kepemimpinanya.
Bukan sebaliknya, secara egois menjadikan harapan pribadi, seolah menjadi harapan yang di pimpinya.
Disaat Anis Matta didaulat jadi Presiden PKS, ia paham apa yang mesti dilakukan. Dan kemudian ia membuat peta jalan agar keluar dari krisis.
Anis Matta kemudian safari keliling Indonesia. Mengembalikan rasa pesimisme kader atas krisis menimpa PKS.
Ia paham bahwa, titik central perubahan PKS saat di timpa badai adalah ada pada kepemimpinanya.
Anis Matta mampu merangkai siroh Nabi Yusuf dengan realitas yang ada saat itu.
Kisah heroik perjalanan hidup Nabi Yusuf dari sumur ke Istana, di rangkai dengan apik di setiap safari Anis Matta.
Jelaslah sudah, pemimpin yang melailaikan kewajibannya akan dicela, sebab ia gagal menumbuhkan inspirasi dan sumber harapan dari yang dipimpinya.

 

Sumber : Kompasiana by Sumardi 23 Januari 2017   10:04 Diperbarui: 23 Januari 2017   10:15 101 0 0

Mungkin Anda juga menyukai