Sinergi Kecerdasan

Oleh : Muhammad Anis Matta, Lc

Pekerjaan-pekerjaan besar yang mempertemukan seorang pahlawan mukmin sejati dengan takdir kepahlawanannya, selalu melibatkan seluruh instrumen kepribadian sang pahlawan ketika is sedang melakoni pekerjaan tersebut. Pekerjaan-pekerjaan itu pastilah menyedot energi fisik, jiwa spiritual, dan pemikirannya.
Tidak ada pahlawan yang dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar dengan hanya mengandalkan satu sumber energi. Misalnya, dengan hanya mengandalkan energi jiwa tanpa bantuan energi lainnya. Jadi, seorang pahlawan bekerja dengan keterlibatan penuh seluruh instrumen kepribadiannya.
Yang terjadi pada diri para pahlawan adalah bahwa seluruh instrumen itu biasanya mempunyai kontribusi yang sama, atau hampir sama, dalam proses menyukseskan kerja-kerja kepahlawanannya. Seluruh instrumen kepribadian itu mempunyai peranan yang sama urgen dan signifikannya dalam kesuksesan para pahlawan.
Apa yang terjadi pada keseluruhan instrumen kepribadian sang pahlawan itu adalah sebuah sinergi kecerdasan; maka para pahlawan mukmin sejati mempunyai kecerdasan akal yang sama kuatnya dengan kecerdasan emosi atau spiritualnya, dan bahwa sumber sumber kecerdasan itu—akal, jiwa dan ruh—yang memberinya energi untuk bekerja mengalami suatu
sinergi di antara mereka. Sinergi itulah yang kemudian menciptakan pelipatgandaan tenaga dalam dirinya,
maka mereka sanggup menyelesaikan berbagai pekerjaan besar yang tak mampu diselesaikan orang orang biasa.
Sinergi kecerdasan itu juga yang memberikan kekuatan lain kepada para pahlawan mukmin sejati;
kekuatan keseimbangan. Survei yang telah dilakukan terhadap orang-orang jenius dan orang-orang besar
menunjukkan bahwa ternyata ciri utama mereka adalah keseimbangan kepribadian.
Akan tetapi, keseimbangan kepribadian yang dimiliki para pahlawan mukmin sejati berbeda dengan keseimbangan
kepribadian pada orang-orang biasa.
Perbedaan itu terletak pada tingkat optimumnya; maka para pahlawan mukmin sejati mempunyai tingkat
keseimbangan optimum, di mana kekuatan fisik, akal, emosi dan ruh sama mencapai tingkat tertinggi, dan
pada ketinggian itulah mereka mengalami sinergi.
Itulah yang membuat efeknya merupakan ledakan yang dahsyat; ledakan kecerdasan, ledakan karya.
Namun, ledakan itu tidak terjadi di sepanjang umur. la hanya terjadi pada potongan-potongan masa tertentu
dari usia kita. Itulah yang kita sebut momen¬tum. Yaitu, momentum internal di mana kecerdasan kita mengalami
saat-saat sinergi yang optimum, dan ledakannya mengeluarkan muntahan karya yang genuine. Ketika muntahan karya yang genuine itu terjadi, saat itulah kisah kepahlawanan ditorehkan dalam sejarah keabadian.

Mungkin Anda juga menyukai