Ketekunan Tangan Dingin

Oleh : Muhammad Anis Matta, Lc
(Disampaikan di Bali, Februari 2013)

Sebuah pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah itu membutuhkan waktu yang lama. Tidak ada pekerjaan besar yang membutuhkan waktu yang sebentar, sehari-dua hari, seminggu, sebulan, beberapa tahun, bukan. Pekerjaan besar selalu menghabiskan waktu yang sangat lama.
Antum tahu, kenapa agama menjadi fenomenal dalam sejarah umat manusia? tidak ada ajaran yang menyebar sekuat ajaran agama itu di dunia ini. Karena itu adalah pekerjaan ribuan tahun yang dilakukan oleh serian nabi-nabi dan rasul. Dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad. Tahukah Antum, berapa jumlah nabi dan rasul? Dalam sebuah riwayat paling sedikit 125 ribu orang, dan di riwayat lain sekitar 350 orang. Pekerjaan besar selalu membutuhkan waktu yang panjang. Oleh karena itu, jika Antum semua telah memiliki api gelora pada diri Antum semuanya, maka yang harus Antum miliki selanjutnya adalah tangan dingin, ketekunan.
Dalam pekerjaan yang panjang itu, sering kali akan banyak pekerjaan yang disertai dengan sorotan media, tidak disertai tepuk tangan, tapi disertai kritik demi kritik, cacian, makian, dan seterusnya. Apa yang diperlukan dalam situasi seperti ini? Kita perlu tangan dingin.
Pahlawan itu dalam sejarah bukanlah orang-orang yang sangat hebat. Bukan. Pahlawan-pahlawan yang sebenarnya itu adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan besar, dalam waktu yang panjang dalam sunyi dan senyap. Sebagaian besar pekerjaan justru diselesaikan dalam diam, tanpa liputan yang dilakukan dalam waktu yang panjang dan terus-menerus. Dan hanya dengan tekad yang kuat, pekerjaan yang senyap itu dapat dilaluinya.
Saudara sekalian, kita telah mendirikan partai ini dengan modal yang sangat sedikit. Saya ingat tahun 1998, kader kita jumlahnya hanya tiga puluh tiga ribu orang. Itulah modal awal kita mendirikan partai politik. Dan, alhamdulillah, dalam waktu-waktu ini kita telah banyak mendapatkan kemenangan.
Saudara sekalian, apa yang membuat semua itu terjadi? Adalah keikhlasan yang akhirnya membuat kita memiliki tangan dingin. Tangan dingin yang bisa mengelola situasi-situasi sulit.
Situasi-situasi sulit adalah situasi yang menjadikan cambuk bagi kita untuk berlari lebih cepat. Bisa jadi kita menganggap diri kita tidak bisa berlari kencang, namun dengan situasi ini justru akan membuat kita bisa berlari kencang melebihi yang kita duga sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai