Miliki Mindset Menyerang, Bukan Bertahan

Oleh : Muhammad Anis Matta, Lc

(Disampaikan di Jogjakarta, 2013)

Kita harus memiliki mindset menyerang bukan mindset bertahan. Kita belajar dari Khilafah Abu Bakar begitu Rasul wafat. Wafatnya Rasul sudah masalah besar. Masalah kedua adalah pemilihan pemimpin, itu juga masalah besar.
Tapi ada masalah ketiga muncul yaitu pemberontakan kaum Riddah yang tidak mau membayar zakat. Abu Bakar hendak memerangi mereka, sementara Rasulullah punya wasiat untuk mengirim pasukan Usamah ke medan lain, sehingga Madinah dalam kondisi sedikit pasukan.
Maka datanglah seluruh sahabat, untuk merayu Abu Bakar untuk tidak memerangi kaum Riddah. Namun Abu Bakar tetap pada pendiriannya, pasukan Usamah terus berangkat, dan pemberotakan kaum Riddah ini juga harus diperangi, karena ia akan mengurangi satu bagian dari ajaran Islam yaitu zakat. “Siapa pun yang akan mengurangi satu aja itu pasti akan saya perangi,” begitu kata Abu Bakar.
Namun para sahabat terus merayu Abu Bakar, agar tidak melakukan penyerangan kepada kaum Riddah karena khawatir. Bahkan yang kuat merayu Abu Bakar adalah Umar Bin Khaththab, sampai sampai Abu Bakar bangkit dari duduknya sambil memegang jenggot Umar dan berkata, “Apakah engkau menjadi jagoan ketika jahiliyah, tapi justru menjadi pengecut setelah menjadi Islam? Demi Allah, jika tidak ada satu prajurit pun yang berani melawan mereka itu, maka satu prajurit itu adalah aku sendiri.”
Otak ekspansi. Ikhwah sekalian, kita akan menang apabila di otak kita ada satu kata, ekspansi.

Mungkin Anda juga menyukai