Tafsir Kemenangan

Oleh : Muhammad Anis Matta, Lc
(Disampaikan di DKI Jakarta, 2013)

Dalam menghadapi sebuah pertarungan, kita pada akhirnya harus menerima sebuah fakta: hanya ada dua kemungkinan, yaitu menang atau kalah. Dan kemenangan selalu dipergilirkan.
Jika ada sebuah kemenangan, maka akan banyak tafsir atas kemenangan itu. Tapi, Ikhwah sekalian, kita memiliki sebuah kaidah dalam menyikapi sebuah kemenangan, kaidah dalam menafsirkan kemenangan. Dan tafsir kemenangan itu pada dasarnya ada dua. Yang pertama tafsir syar’i, dan yang kedua adalah tafsir akal.
Adapun tafsir syar’i dari kemenangan adalah bahwa kemenangan itu datangnya dari Allah swt. Kemenangan adalah bagian dari takdir Allah yang diberlakukannya kepada umat. Yang kedua, Allah juga memberikan penjelasan-penjelasan yang logis untuk takdir yang diberlakukannya. Jika Allah memberikan kemenangan, maka ada alasan-alasan logis kenapa kemenangan itu datang. Itulah yang disebut dengan tafsir akal.
Jadi, kemenangan adalah karunia yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman dengan soliditas, persaudaraan, dan kerja keras yang telah ia lakukan semuanya.
Dari tafsir akal ini kita jadi bisa menjelaskan kenapa kita mendapatkan kemenangan, yaitu melalui ikhtiar manusiawi. Usaha-usaha manusiawi atas kemenangan itu. Namun, Ikhwah sekalian, akar dari semua itu adalah, Allahlah yang menginginkan kita mendapatkan kemenangan itu, insyaallah.

Mungkin Anda juga menyukai