Jangan Sampai Musuhmu Berpikir Engkau Lemah

Oleh : Muhammad Anis Matta, Lc
(Disampaikan di Jawa Barat, 2013)

Saya kembali mengingatkan kepada Antum semuanya, peristiwa Uhud yang dialami Nabi Muhammad saw. Tujuh puluh sahabat menjadi korban dan syahid di sini. Dan itu bukan karena kehebatan musuh, tapi karena keteledoran pasukan panah. Tapi apakah Rasulullah memarahi pasukan panah yang menyebabkan tujuh puluh sahabat syahid itu, termasuk pamannya sendiri, Hamzah, dan duta Islam pertama, yaitu Mushab Bin Umair? Sama sekali tidak.
Tahukah Antum yang dilakukan oleh Rasulullah saw. setelah itu? Tiga hari setelah peristiwa Uhud itu, beliau langsung menggempur kabilah-kabilah yang ada di sekitar Madinah yang mulai berpikir bahwa pasukan Madinah sudah kalah dan pasti mereka down, pasti mereka lemah, pasti mereka tidak berdaya.
Tidak, Rasulullah tidak ingin memberikan waktu untuk pikiran-pikiran itu berkembang di kabilah-kabilah dan menyebar ke kabilah-kabilah yang lain. Secepat kilat Rasulullah saw segera bergerak dan menggempur kabilah-kabilah itu.
Saya membayangkan peristiwa tiga hari setelah peristiwa Uhud itu adalah peristiwa yang akan Antum alami. Allahu Akbar. Rasulullah tidak ingin, musuh memiliki pikiran bahwa pasukan muslim telah lemah dan tidak berdaya. Kita juga tidak ingin ada yang berpikir kita sedang lemah dan tidak berdaya.
Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk keluar dari ketertekanan (pikiran) adalah kembali mengingat kembali satu rahmat Allah yang diberikan kepada manusia, yaitu lupa. Lupakan. Ingat tiga hari setelah Uhud, apa yang sudah terjadi lupakan. Karena kita tidak punya waktu untuk mengasihani diri sendiri, apalagi meminta belas kasihan dari orang lain. Kita tidak punya waktu, kita harus menjaga energi kita.
Dengan melupakan itu bukan berarti tidak melakukan instropeksi diri, tapi dengan melupakan itu kita menghemat energi. Jangan ada energi yang terbuang untuk menyesali diri sendiri, apalagi menyalahkan sesama saudara.

Mungkin Anda juga menyukai