Pernak pernik Rumah Tangga Nabi SAW

Oleh: DR. H. Agus Setiawan, Lc. MA
Surat ath-Thalaq ayat pertama menarik untuk dicermati. Melihat kondisi sosial dan historis akan rumah tangga Nabi saw.
Allah swt berfirman :
‎يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ
‘Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu’.
(QS. Ath-Thalaq ayat 1)
Tidak banyak riwayat yang menjelaskan tentang ayat ini. Boleh jadi karena talak adalah masalah pribadi. Apalagi berkait dengan rumah tangga Nabi saw.
Para Ulama menjelaskan bahwa Nabi saw pernah talak satu kepada Hafshah putri Umar ra.
Hafshah pun pulang ke rumah orang tua nya sambil menjelaskan, ‘Bukan sesuatu yang haram yang Ananda lakukan wahai ayahanda’.
Sang ayah pun menasehati putri nya bahwa Nabi saw adalah suami terbaik. Kekasih Allah swt.
Di saat yang sama, Jibril as datang menjumpai Nabi saw seraya berkata, ‘Rujuklah engkau kepada Hafshah! Karena dia seorang wanita yang rajin shaum, rajin shalat malam, rajin membaca al-Quran. Dan ia akan menjadi salah seorang istrimu di Surga’. Maka Nabi saw pun rujuk kepada Hafshah ra.
Yang menarik ialah ucapan Hafshah, ‘Bukan sesuatu yang haram yang Ananda lakukan’.
Lalu apa sebab nya?
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa tradisi kaum wanita Quraisy apabila suami bicara, menasehati maka mereka akan diam seribu bahasa.
Berbeda dengan masyarakat Madinah. Kaum wanita nya ‘lebih berani’ untuk bertanya, menjawab dll.
Kita bisa saksikan saat Nabi saw menjelaskan tata cara mandi setelah haidh. Berdiri seorang wanita Anshar lalu bertanya hal yang sensitif. Sambil malu-malu, Nabi saw memuji, ‘Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Rasa malu tidak menghalang mereka untuk memperdalam agama’.
Syahdan, sebagian wanita Quraisy setelah hijrah ke Madinah mulai ‘berubah’. Yang tadi nya diam, sekarang mulai berani menimpali. Menyahut. Menjelaskan.
Tentu nya bagi suami yang tidak terbiasa, perubahan seperti ini sangat membuat shock. Kaget.
Namun begitulah, setiap rumah tangga pasti menghadapi masalah-masalah nya sendiri-sendiri. Unik. Istimewa.
Namun jika kita tadabburi surat ath-Thalaq kita akan dapati bahwa Allah swt menyebut kalimat TAKWA sampai empat kali. Seolah-olah ingin menyatakan bahwa jika kita menghadapi prahara rumah tangga, kembali lah kepada Allah swt. Bertakwalah. Sebagaimana rumah tangga Nabi saw.
Semoga Allah swt senantiasa membimbing rumah tangga kita dan kelak mengumpulkan kita kembali dengan pasangan hidup kita, orang tua kita, anak-anak kita di Surga-Nya

Mungkin Anda juga menyukai