Pilih dunia yang tunai, atau akherat yang tempo

Sekarang ini, banyak manusia yang menyukai jual beli kredit atau tempo.
Alasannya, ada yang karena uangnya belum cukup, atau biar uangnya bisa diputar dulu untuk yang lain.
Namun sayang, untuk urusan akherat ternyata prinsip ini tidak berlaku.
Mereka lebih suka tunai dengan urusan dunoa dan mati-matian ingin mendapatkannya.
Sedangkan urusan akherat karena hanya dianggap pahalanya itu tempo dan nanti sehingga mereka merehkannya
Padahal walaupun kehidupan  dunia itu tunai, tetapi mereka yang meninggalkan akherat yang tempo menunjukkan pendeknya akal, dan sempitnya cita-cita.
Karena, dengan memprioritaskan yang tunai dari yang tertunda dalam hal ini hal ini mrnunjukkan bentuk kebodohan yang luar biasa.
Kesenangan dunia itu hanya tipu daya yang tidak pernah mengenyangkan.
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ * سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”[Al-Hadid: 20 – 21]
Seandainya dunia dapat memuaskan manusia niscaya apa yang mereka miliki dan mereka dapatkan sudah memcukupinya.
Tapi ternyata tidak, setiap bani adam mendapatkan satu tambahan harta dia ingin mendapatkan yang lainnya lagi.
Fitrah manusia yang lurus pasti akan menerima nasehat Rasul yang diutus oleh Rabb-nya.
Mereka akan bergegas menyambut seruan Rabb-nya untuk mempersiapkan dirinya dengan amal yang baik untuk mendapatkan balasan kebaikan di hadapan Rabb-nya.
Mereka yang mau merenungi dirinya sendiri akan memahami hakekat ini.
وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
“Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
[Adh-Dhariyat: 21]
Bukankah mereka dulu hanya nuthfah lalu berubah menjadi janin lalu keluar menjadi manusia dari mulai lemah menjadi kuat dan dewasa dan kembali lemah lagi…???
Apalagi yang menjadikan kalian tidak percaya bahwa dunia ini hanya tipuan sedangkan akherat adalah kehidupan yang sebenarnya … ???
Segeralah sadar dan perbaiki diri kalian…!!!
(Disarikan dari Al-Jawabul Kafi, Ibnul Qoyyim)

Mungkin Anda juga menyukai