Mengungkit-Ungkit Kebaikan

Allah berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian membatalkan sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (penerima).” (Al-Baqarah: 264)
Al-Wahidi berkata,”Maksudnya adalah dengan menyebut-nyebut apa yang diberikannya.” Sedang Al-Kalbi berkata,”Dengan menyaingi Allah dalam sedekahnya dan menyakiti orang yang menerima sedekah itu.”
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada tiga orang yang tidak masuk surga: orang yang durhaka kepada kedua orang tua, orang yang kecanduan khamr, dan yang mengungkit-ungkit kebaikkannya.” (HR Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Hakim)
“Tidak akan masuk surga tukang tipu, orang yang suka mengungkit-ungkit kabaikkannya, dan orang bakhil.” (HR Tirmidzi)
“Hindarilah oleh kalian mengungkit-ungkit kebaikkan, karena hal itu akan merusak kesyukuran dan menghapus pahala.”
Ibnu Sirin pernah mendengar seseorang berbicara kepada orang lain, “Aku telah berbuat baik kepadamu, aku telah lakukan itu dan melakukan itu.” Lalu Ibnu Sirin berkata kepadanya,”Diam! Perbuatan baik tidak menjadi baik jika dihitung-hitung.”
(Dirangkum dari Al-Kabaair, Imam Adz-Dzahabi, Darul Falah)

Mungkin Anda juga menyukai