Hukum Memakai Bulu mata Palsu

Assalamu alaikum…mohon dijelaskan  hukumnya memakai bulu mata palsu, karna saya melihat sebagian muslimah yang melakukan akad atau acara besar berdandan dengan memasang bulu mata palsu.
Jazakumullah khoiron
Jawaban :
Dalam salah satu riwayat shohih ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha menjelaskan bahwa ada seorang gadis Anshar yang baru menikah. Ketika dia sakit, rambutnya banyak yang rontok. Keluarganya hendak menyambungnya (dengan rambut palsu), dan mereka bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang itu. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang menyambung rambut dan yang minta disambungkan rambutnya.  (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dalam lain riwayat juga disebutkan :
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ
“Allah melaknat al-washilah (orang yang menyambung rambut) dan al-mustaushilah (orang yang minta disambungkan rambutnya).”  (HR. Bukhari & Muslim).
Al Imam An-Nawawi mengatakan :
Al-Washilah (wanita yang menyambung rambut) adalah orang yang berprofesi menyambung rambut seorang wanita dengan rambut lainnya. Sedangkan al-Mustaushilah adalah wanita yang meminta orang lain menyambungkan rambutnya. Hadis ini secara tegas menunjukkan haramnya menyambung rambut, dan laknat untuk wanita yang menyambung rambut atau konsumen yang disambungkan rambutnya secara mutlak. Inilah pendapat yang kuat. *(Syarh Shahih Muslim An-Nawawi : 14/103).*
Pun demikian halnya bahwa *keharoman tersebut pun berlaku pada menyambung bulu mata* sebagaimana yang umum dilakukan oleh sebagian para muslimah ketika mereka memgadakan atau menghadiri  acara-acara besar, pada pesta pernikahan misalnya.
Pun demikian hal yang senada juga dijelaskan oleh Asy Syaikh Abdul Karim Al Khudhair dalam fatawanya.
Wallahu a’lam.

Mungkin Anda juga menyukai