Kreatif Dalam Dakwah

Allah Ta’ala berfirman,
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ﴿125﴾
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. An Nahl: 125)
Sesungguhnya perantara dakwah sangatlah banyak, dan tidak dilarang selama tidak bertentangan dengan ayat di atas.
Seseorang boleh menggunakan berbagai media menarik supaya risalah Islam sampai kepada umat manusia.
Seringkali hidayah muncul bukan di masjid, melainkan di warung, pinggir jalan, lapangan basket, dan tempat lainnya.
Dakwah tidak hanya terbatas di majelis-majelis ilmu dengan retorika penyampaian yang fasih. Di manapun ia berada, selama ia ucapkan; “marilah menuju Islam”, maka ia terhitung seorang dai.
Dakwah bukanlah hak para penghafal Al Quran dan Hadits, ia adalah hak setiap insan muslim yang memiliki kecemburuan dan semangat mengajak kepada Islam.
Dakwah itu mengubah. Siapa yang mampu mengubah seseorang atas dasar Islam, maka adalah dai, meskipun tidak dipanggil “Pak Ustadz”.
Karena tidak sedikit muslim ingin menjadi dai, bukan hanya Ustadz, dan termasuk bagian dari firman Allah Ta’ala,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ ﴿33﴾
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”
(QS. Fushshilat: 33)
Pernahkah Anda mendengar seorang dokter dari Kuwait bernama Abdurrahman as-Sumaith yang berdakwah dengan ilmu kedokterannya di Afrika?
Tahukah Anda berapa yang masuk Islam melalui tangannya?
Ketahuilah, ada 11 juta lebih orang Afrika masuk Islam melalui dakwah beliau.
Bukan hanya itu, beliau;
– Bangun 5700 masjid
– Bangun 9500 sumur
– Mengasuh 15.000 yatim
– Menfembangkan 860 sekolah
Dan masih banyak yang kerjakan, hingga mungkin sulit untuk dihitung.
Pernahkah pula Anda mendengar orang Filipina yang hobi bermain basket dan berdakwah di lapangan?
Ia bukanlah orang bisa bicara fasih.
Setelah selesai bermain, ia biasa membagi-bagi kaset dan buku Islami.
Dan lihatlah ada 6000 orang masuk melalui dakwahnya.
DR. Aidh al Qarni bercerita,
Ada seorang dai muslim kondang tinggal di kota Munich Jerman. Di pintu masuk kota itu ada sebuah papan pengumuman besar yang memuat kalimat dalam bahasa Jerman: Anda tidak tahu tebusan untuk Yokahama.
Menanggapi itu, dai tersebut meletakkan sebuah papan pengumuman yang besar di samping papan pengumuman tadi. Di situ tertulis: Anda tidak mengerti Islam? Jika Anda mengetahuinya, maka hubungilah kami pada nomor telepon ini dan ini.
Sejak itu, berderinglah telepon dari berbagai wilayah di Jerman. Hingga hanya dalam waktu setahun ratusan ribu orang Jerman -laki-laki maupun perempuan- masuk Islam melalui dai tersebut. Tak lama kemudian, ia mendirikan sebuah masjid, Islamic Centre, dan lembaga pendidikan.
(Laa Tahzan, hal. 176-177)
Semangatlah berdakwah dan lakukanlah apa yang Anda mampu.
Ingin menggunakan medsos, FB, Instagram, Telegram, Twitter, dan lainnya? Silahkan.
Ingin membagi-bagi buku, buletin, majalah, dan kaset Islami? Silahkan.
Membuat pesantren, rumah quran, dan yayasan? Silahkan.
Ingin mendermakan harta untuk kepentingan dakwah? Silahkan.
Intinya; jangan berdiam diri, bergeraklah dan ikut andil dalam dakwah!
Jangan menutup mata, karena Islam ini perlu diperjuangkan.
Semoga Allah memudahkan segala amal shalih dan dakwah kita. Aamiin.

Mungkin Anda juga menyukai