Ikhlas Menerima Kenyataan

Ikhlas menerima kenyataan karena itulah karakter seorang Muslim sejati, seperti dalam sebuah hadist:

Dari Abu Shuhaib bin Sinan radhiyallahu’anhu, dia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya. Dan yang demikian itu hanya ada pada seorang mukmin. Jika mendapat kesenangan dia bersyukur, maka syukur itu baik baginya. Dan jika mendapat musibah dia bersabar, maka sabar itu baik baginya.” (HR. Muslim)

Ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Ikhlas menerima kenyataan berarti apa pun yang terjadi sebagai sarana untuk mendapatkan ridha Allah. Jika mendapatkan kesenangan dia bersyukur, jika mendapat musibah di bershabar.

Bersyukur dan bershabar adalah cara mendapatkan keridhaan Allah berkaitaan dengan kenyataan.

Menerima Kenyataan Karena Itu Yang Terbaik

Karena mereka yakin, bahwa apa pun yang terjadi adalah yang terbaik baginya.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216).

Tidak Sombong dan Membanggakan Diri

Ikhlas menerima kenyataan berarti tidak terlalu bersedih hati dari apa yang hilang atau tidak kita dapatkan. Juga tidak terlalu bergembira terhadap pemberian-Nya. Juga tidak sombong dan membanggakan diri.

Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri, (QS. Al Hadid 22-24)

Yakin Allah Akan Menggantinya Dengan Yang Lebih Baik

Saat kita mengalami sebuah kenyataan yang tidak kita sukai, dan kita bershabar, maka yakinlah Allah akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik. Apa yang lebih baik dibanding ridha Allah dan surga-Nya?

Apabila Aku mengUJI hamba-Ku dengan memBUTAkan keDUA MATAnya dan dia berSABAR maka Aku GANTI kedua matanya dengan SURGA.” (HR. Ahmad)

Mungkin Anda juga menyukai