Detik – detik yang Sangat Berharga

Sujud di mihrab, istigfhar di penghujung malam dan air mata munajat merupakan ciri khas orang-orang mukmin.

Jika ahli dunia mengira, bahwa surganya terletak pada materi, wanita dan gedung yang mewah, maka sesungguhnya :  ” Surga orang mukmin terletak pada mihrabnya ” ( gubahan Al Walid ).

Sekalipun Allah telah menganugerahkan kepada manusia banyak hal yang diperbolehkan lagi halal dan mengecam sistem kerahiban, akan tetapi orang mukmin yang sejati mempunyai kesenangannya sendiri. Yaitu manakala ia menghadapkan diri kepada Tuhannya dengan jiwa yang bersih. Semua kesenangan yang diperbolehkan itu lenyap dan terkalahkan oleh kelezatan menghadap Tuhannya. Dia menjauhi banyak hal yang diperbolehkan itu agar kebersihan jiwanya terhindar dari pencemaran yang dapat mengeruhkan nuansa kejernihan ruhaninya.

Sikap tersebut telah dijalani oleh orang-orang mukmin di masa lalu ketika kehidupan mereka masih sederhana dan juga telah dijalani oleh orang-orang mukmin yang sekarang, yaitu di masa peradaban yang sangat rumit ini.

Bahkan sesungguhnya peran shalat di masa peradaban yang rumit ini, benar-benar merupakan faktor yang dapat mengubah suasana menjadi penuh dengan kesenangan, yaitu manakala kerumitan yang komplek menimpa manusia dalam kehidupannya secara berkepanjangan, sehingga membuatnya bosan, enggan dan selalu mengeluh.  Hal tersebut dapat diredam oleh shalat yang hanya memerlukan waktu beberapa saat saja, hingga merubah kehidupannya menjadi penuh dengan ketenangan dan berhati lapang.

( disarikan dari Ar-Raqa’iq karya syeikh Muhammad Ahmad ar-Rasyid )

Mungkin Anda juga menyukai