Transisi Kepemimpinan

Oleh : Muhammad Anis Matta, Lc

Setiap proses transisi kepemimpinan harus dimaknai sebagai sarana pengejawantahan keikhlasan.

“Mendorong proses transfer of power semulus mungkin adalah pembuktian keikhlasan, dan setiap orang harus belajar untuk tenggelam dalam organisasi.

“Fokus pada cita-cita besar kita dan pastikan kegelisahan kita seluruhnya bersumber dari fakta bahwa cita-cita itu belum terwujud,” . Karna cita-cita besar pergerakan Islam saat ini adalah mentransformasikan Islam dari sekedar identitas peradaban menjadi sistem dan institusi politik, ekonomi dan sosial.

Sistem dan Institusi inilah,  yang kelak akan berskala global, melampaui konsep nation state.  Yang kita sebut sebagai Sistem Negara Jaringan.

“Institusi yang kita cita-citakan inilah yang akan mengelola seluruh sumber daya dengan berbasis jaringan integral, untuk menciptakan pertumbuhan kesejahteraan yang berkesinambungan,” . Karna negara jaringan ini harus bisa memadukan etika, pengetahuan dan sumber daya sebagai sumber pertumbuhan, serta memadukan fungsi negara dan masyarakat dalam menciptakan keadilan sosial.

“Sistem ini yang diharapkan mampu menjadi kekuatan utama dunia kelima bersama Amerika, Eropa, China dan Rusia. Menjadi pelaku utama yakni berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah-masalah utama kemanusiaan saat ini seperti kebodohan, kemiskinan, kekurangan pangan dan lain sebagainya,” .

Olehkarenanya ide dan cita-cita besar tersebut memerlukan pendekatan yang lebih masif dan energi yang lebih besar.

“Karena itu jangan pernah takut akan kritik dan jangan pernah terpukau dengan sanjungan. Karena kritik tidak akan mampu melukai kebesaran seseorang dan sanjungan tidak akan merubah katak menjadi lembu. Fokus saja pada cita-cita besar kita,” .

Mungkin Anda juga menyukai