Seputar BEKAM

Imam Ibnul Qoyyim AlJauzi dalam kitabnya Ath-Thibbun An-Nabawi, beliau mengatakan:        ” BERBEKAM  pada pekan kedua dan pekan ketiga (pertengahan bulan) adalah lebih bermanfaat daripada di awal atau akhir bulan. Namun apabila karena adanya suatu kebutuhan mendesak untuk pengobatan (maksudnya; bila ada seseorang yang sedang sakit), maka kapan pun bekam dilakukan tetap bermanfaat”.

Maksud pendapat Ibnul Qoyyim adalah, apabila seseorang tengah menderita suatu penyakit (mis; merasakan sakit / pegal / kaku di daerah kedua pundak/bahu, leher, tengkuk dan kedua belikat), maka pada saat seperti itulah bekam sangat bermanfaat untuk dilakukan sebagai tindakan kurativ / pengobatan.

Kadang ada orang yang malas mengikuti sunnah Nabi. Minimal dia berbekam 6 bulan / setahun sekali agar darah “kotornya” bisa dikeluarkan untuk diganti dengan darah baru yang segar.

Namun saat orang tersebut menderita penyakit darah tinggi, misalnya tensi darah 190/120 dan kepala sudah pusing/kliyengan, sebaiknya bekam dilakukan sebulan sekali, Paling lama 2 bulan sekali,  Jangan sampai 6 bulan lebih tidak dibekam sehingga bisa terkena stroke terlebih dahulu.

(Sudah ada beberapa pasien yang meski sudah DIBEKAM, namun karena 6 bulan lebih tidak dibekam meski punya penyakit darah tinggi, akhirnya masuk rumah sakit karena stroke. Saat itu terjadi, maka kelumpuhan pun meski cuma sebagian tubuh, akhirnya membuat mereka hanya duduk/tiduran tanpa bisa bekerja atau berusaha)

“Oleh karena itu jika anda punya penyakit darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, asam urat, atau penyakit lain yang bisa dideteksi dengan darah, sebaiknya rutinlah berbekam agar penyakitnya tidak menjadi fatal. Yakinlah bahwa setiap penyakit ada obatnya.

KESIMPULAN:
– Bekam sebaiknya dilakukan secara rutin, minimal sebulan sekali sebagai ikhtiar prefentive / pencegahan dari suatu penyakit.

– Bekam boleh dilakukan kapan saja, terlebih ketika seseorang sedang mengalami suatu penyakit, disini bekam sebagai ikhtiar kurative / pengobatan

– Jarak waktu berbekam dari satu waktu ke waktu yang berikutnya, apablia dimaksudkan sebagai tindakan pengobatan, bisa dilakukan seminggu sekali, dengan catatan tidak di lakukan bekam pada titik bekam yang sama, kecual setelah berlalu sekita 30 sampai dengan 40 hari.

Insya Allah ada kebaikan dalam Bekam……Wallohu a’lam!

Mungkin Anda juga menyukai