Saat Harakah Minus Harakat

Oleh: Nandang Burhanudin

(1) Allah takdirkan, sumber Islam berbahasa Arab. Bahasa yang diserap semua bahasa asing dunia. Termasuk bahasa Inggris.

(2) Keunggulan bahasa Arab ada di harakat. Ia berarti gerakan atau perpindahan dari satu tempat/kondisi kepada tempat lain.

(3) Uniknya. Tanda harakat dalam tulisan Arab berkembang saat Islam berjaya dan ekspansif ke seluruh dunia. Islam lagi jaya.

(4) Paling tidak ada empat tanda harakat. Rafa, Nashab, Jarr, Jazm. Semua mengandung makna filosofis.

(5) Rafa’ dengan simbol dhommah.الّضمة علامة الرّفع
“Bergabung=الّضمة “Kemuliaan”= الرّفع. Berhimpum ciri kemuliaan, keunggulan.

(6) Orangtua kita menyebutnya: bersatu kita teguh. Dhammah adalah adalah huruf waw (و) yang diperkecil. Spiritnya menghimpun, mengajak.

(7) Kondisi rafa’ dalam B. Arab selalu diposisi mubtada’ (inisiator, pioneer) atau Fa’il (subjek, pelaku, eksekutor). Jelas kemuliaan tidak akan diraih jika sekeder kerumunan tanpa visi.

(8) Alamat kedua adalah nashab. الفتح علامة الّنصب
“Kemenangan tanda Tegak.”
secara konteks makna filosofisnya, “Jika kita menegakkan (kebenaran) tanda suatu kemenangan”.

(9) Fathah (فتحة) mempunyai posisi diatas diibaratkan suatu kemenangan, dan kemenangan itu selalu ada diatas (diposisikan ditempat tinggi).

(10) Fathah sifatnya terbuka. Alhaq atau albathil bisa melakukannya. Posisinya maf’ul bih. Maka sangat tergantung subjek dan jenis fi’ilnya (kata kerja).

(11) Ketiga, kasroh. الكسرة علامة الجرّ. Dimaknai “Pecah”= الكسرة. “Terseret الجرّ. Secara konteks makna filosofis dari  الكسرة علامة الجرّ
“Jika kita terpecah belah tanda diperdaya oleh orang lain (terseret-seret).

(12) Kasrah (كسرة) adalah harakat tanda dari ketidakberdayaan. Didesak huruf jarr. Bahkan tunduk pada dhorof makan dan zaman. Lebih parah, ia patuh pada mudhof.

(13) Hirif jarr menyeret. Dhorof menjadikan ia terjebak dalam situasi kondisi yang dibuat orang lain. Mudhof, daya tawar lemah dan tidak mampu bangkit menolak.

(14) Keempat adalah sukun. السكون علامة الجزم. Sukun=diam, pasif. Jazm dimaknai kepastian atau pengharusan atau keterpaksaan.

(15) Sukun hanya berlaku di akhirat. Diam/pasif di tengah kemungkaran, cermin tersandera kepentingan orang lain.

(16) Makna filosofis dari “Jika kita diatur atau di bawah kekuasaan orang, maka kita tidak bisa bergerak (diam)”. Di mushaf Utsmani, tanda sukun tidak dilambangkan.
(17) Jadi jika ada harakah (pergerakan) minus harakat dan lebih memilih sukun. Dipastikan cari aman. Mirip orang Arab yang kalau bicara, selalu mensukunkan huruf akhir.

(18) Kalau tidak sedang cari aman. Pasti dia orang Arab yang gak tuntas belajar manhaj Nahwu dan Sharaf. Alaisa Kadzalik?

Mungkin Anda juga menyukai