Hikam Tarbawiyah Qiyadiyah

hikam tarbawiyah qiyadah
hikam tarbawiyah qiyadah
Barusan jumpa buku yang berisi hikmah-hikmah tarbawiyah dan qiyadiyah yang ditulis oleh seorang yang kenyang dengan urusan-urusan “lapangan”.
Beliau adalah Syekh Yahya As-Sa’id yang menuangkan hikmah-hikmahnya dalam satu buku berjudul: Fiqhun Lazimun wa Da’watun Mustamirrah (kemestian fiqih dan kesinambungan da’wah).
Beliau berpesan: hikmah-hikmah ini perlu dihafalkan agar menjadi sumber inspirasi dan untuk diinternalisasi lebih jauh.
Hal ini dikarenakan, hikmah-hikmah yang beliau tulis hanyalah berupa kalimat-kalimat judul saja.
Diantara hikmah-hikmah tarbawiyah qiyadiyah itu adalah:
اَلصُّوْرَةُ النِّهَائِيَّةُ لِلْقَائِدِ، وَالنَّمُوْذَجُ الْمَطْلُوْبُ يَتَمَثَّلُ فِي التَّعْبِيْرِ التَّالِي:
Bentuk final seorang qiyadah dan prototype yang dituntut darinya terefleksi dalam ungkapan kalimat berikut:
قُدْوَةٌ – ثِقَةٌ – فَقِيْهٌ – مُخْلِصٌ – صَادِقٌ – ذُوْ مُرُوْءَةٍ
Keteladanan – tsiqah – faham agama – ikhlas – jujur – dan memiliki muru-ah (marwah)
وَلَا يَكُوْنُ قُدْوَةً حَتَّى يَتَمَيَّزَ.
Seorang qiyadah tidak akan menjadi teladan sehingga ia memiliki hal yang istimewa
وَلَا يَكُوْنُ ثِقَةً حَتَّى يُخْتَبَرَ.
Seorang qiyadah tidak akan ditsiqahi sehingga diuji
وَلَا يَكُوْنُ فَقِيْهًا حَتَّى يَجْلِسَ لِلْعِلْمِ.
Seorang qiyadah tidak akan faham agama sehingga tidak malu untuk duduk belajar.
وَالْإِخْلَاصُ، بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ، وَلَكِنَّ لَهُ عَلَامَاتٍ، أَبْرَزُهَا التَّوْفِيْقُ.
Keikhlasan, memang urusan (rahasia) antara seorang qiyadah dengan Allah SWT, meskipun begitu, ikhlas itu ada tanda-tandanya, utamanya adalah adanya taufiq (ketepatan dalam policy-policy nya).
وَفِيْ ثَنَايَا الْحَيَاةِ وَمُنْعَطِفَاتُهَا يَظْهَرُ الصِّدْقُ.
Di tengah berbagai gelombang dan tikungan-tikungan kehidupan akan tampak kejujuran dan hakikat seorang qiyadah
وَالْمُرُوْءَةُ بَحْرٌ زَاخِرٌ بِكُلِّ شِيَمِ الْخَيْرِ.
Sedangkan muru-ah (marwah), ia itu ibarat lautan dalam yang dipenuhi oleh berbagai perilaku kebaikan

Mungkin Anda juga menyukai