Fasaqatul Fuqoha

FASAQATUL FUQAHA

(فَشَقَةُ الْفُقَهَاءِ)

Atau Ahli Fiqih yang Fasik

Saya benar-benar terkejut saat berjumpa dengan istilah ini. Betapa tidak, bukankah fuqoha itu mempunyai kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT? Bukankah Rasulullah SAW telah bersabda:

«مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ …» (حديث متفق عليه: البخاري [71، 3116، 7312]، ومسلم [1037])

“Siapa saja yang dikehendaki baik oleh Allah SWT, maka Allah akan jadikan ia faqih dalam beragama …”. (Hadits muttafaqun ‘alaih: Bukhari [71, 3116, 7312] dan Muslim [1037]).

Artinya, bukankah hadits ini mengaitkan antara fiqih dan khair? Lalu, kok tiba-tiba ada istilah fasaqatul fuqoha?

Fasaqatul fuqoha artinya adalah orang-orang ahli fiqih yang fasiq, kok ahli fiqih fasiq?

Saya jumpai ini dalam kitab: Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubro (طبقات الشافعية الكبرى) karya Imam Tajuddin Abdul Wahhab bin Imam Taqiyyuddin As-Subki (727 – 771 H = 1327 – 1370 M) juz 2, hal. 59.

Memang aneh, namun, itulah fakta pahit yang pernah terjadi dalam sejarah dan ada kemungkinan terjadi dan terjadi lagi, na’udzu billah min dzalik, semoga Allah SWT melindungi kita darinya, amin.

Mereka itu disebut fuqoha, karena, pada lahiriahnya, mereka memang ahli-ahli fiqih, yang mestinya adalah orang-orang yang paham agama. Namun, sayangnya, perilaku dan kelakuan mereka, adalah perilaku dan kelakuan orang-orang fasik, na’udzu billah min dzalik.

Atau, dalam pandangan manusia, pandangan yang tentunya sangat lahiriah, dan bisa jadi sangat dangkal, mereka memang dipandang, dilihat dan bahkan mungkin diakui sebagai fuqoha, namun, jika mereka dilihat dengan kacamata dan pandangan yang sedikit lebih tajam, pada hakekatnya, mereka adalah orang-orang fasik.

Mereka inilah yang oleh para ulama’ dikenal dengan istilah ulama’ suu’ (ulama’ busuk, ulama’ buruk), yaitu mereka-mereka yang terlihat dan diakui sebagai ulama’, namun, perilaku dan kelauan mereka busuk, buruk, tidak sesuai dengan apa yang semestinya menjadi perilaku dan kelakuan mereka. Na’udzu billah min dzalik. Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari sifat, akhlaq, perilaku dan kelakuan seperti ini, amin.

Mungkin Anda juga menyukai