Syarat Dosa Terampuni

Dalam beberapa hadits yang menjelaskan tentang Ramadhan sebagai syahrul maghfirah, ada disebut syarat untuk terampuninya dosa-dosa yang lalu itu.

Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut:

  1. Puasa dan qiyam yang dilakukan, motivasi dan penggeraknya adalah keimanan, bukan kebiasaan, atau sekedar ikut-ikutan atau motif-motif lain selain ekspresi keimanan kepada Allah SWT. Istilahnya: imanan
  2. Puasa dan qiyam yang dilakukan, maksud, tujuan dan target yang ingin didapatkannya haruslah segala yang ada di sisi Allah SWT, baik berupa pahala, atau ganjaran, atau ridha ataupun surga-Nya. istilahnya: ihtisaban.

Dua syarat ini terbunyikan secara tekstual dalam beberapa hadits nabi SAW, yang diantaranya adalah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ» (متفق عليه: البخاري [1901، 2014]، ومسلم [760]).

Dari Abu Hurairah ra. dari nabi SAW, beliau bersabda: «Siapa yang melakukan qiyam pada lailatil Qadar karena iman dan demi meraih pahala di sisi Allah, maka dosanya yang telah lalu terampuni, dan siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan demi meraih pahala di sisi Allah SWT, maka dosanya yang telah lalu terampuni». Hadits Muttafaqun ‘alaih: Bukhari [1901, 2014] dan Muslim [760].

  1. Ada satu syarat lagi yang harus terpenuhi agar Ramadhan yang satu ke Ramadhan berikutnya menjadi sebab dileburnya dosa yang terjadi diantara kedua Ramadhan ini, yaitu: dijauhinya dosa-dosa besar selama tempo waktu itu.

Dengan bahasa lain, terhitung semenjak Ramadhan satu tahun yang lalu, sampai tiba Ramadhan tahun berikutnya, selama masa itu, tidak terjadi pelanggaran melakukan dosa besar.

Bila selama masa satu tahun itu seseorang tidak melakukan dosa besar, maka masa satu tahun itu, dosa-dosa yang terjadi, akan dilebur oleh Ramadhan yang datang berikutnya.

Terkait hal ini Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: «الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ» (رواه مسلم [233]).

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: «Shalat liwa waktu, Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan adalah pelebur-pelebur dosa diantara keduanya, jika dosa-dosa besar dijauhi» HR. Muslim [233].

Ya Allah..

Bimbinglah kami untuk menjalani qiyam dan shiyam karena iman kepada-Mu dan demi meraih ridha, pahala dan surge-Mu, dan berikanlah kepada kami untuk menjauhi dan menghindari dosa-dosa besar, amin.

Mungkin Anda juga menyukai