Ramadhan Syahrur-Rahmah

Maksudnya, bulan Ramadhan adalah bulan di mana rahmat Allah SWT dibuka selebar-lebarnya bagi seorang muslim, seorang mukmin. Bukan hanya pada sepuluh pertama dari bulan Ramadhan ini, namun, pada seluruh dan sepanjang bulan Ramadhan, baik pada siang hari maupun pada malam harinya.

Rahmat Allah SWT di bulan Ramadhan ini sangat luas pengertian dan cakupannya (sesuai dengan keluasan pengertian dan cakupan Rahmat Allah SWT).

Paling tidak, rahmat Allah SWT di bulan Ramadhan mewujud dalam bentuk:

  1. Terbukanya berbagai peluang dan kebaikan Allah SWT (ihsanullah), baik yang berupa taufiq, hidayah, maupun yang lainnya, dan
  2. Tertutupnya berbagai peluang keburukan, baik yang berasal dari internal diri manusia sendiri, maupun yang disebabkan oleh lingkungannya, baik dari kalangan syetan jin maupun dari kalangan syetan manusia.

Terkait dengan hal ini, ada banyak hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan hal ini, diantaranya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: «إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ» (متفق عليه: البخاري [1898، 1899]، ومسلم [1079]).

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: «Jika Ramadhan tiba, maka pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syetan-syetan dibelenggu». Hadits muttafaqun ‘alaih: Bukhari [1898, 1899] dan Muslim [1079].

Dalam riwayat lain ada penambahan:

«… وَنَادَى مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ» (رواه الترمذي [682]، وابن ماجه [1642]).

«… dan menyerulah seorang penyeru: Wahai pencari kebajikan, datanglah, dan wahai pencari keburukan, berhentilah, dan selalu ada orang-orang yang dibebaskan Allah SWT (dari neraka), dan yang demikian ini terjadi pada setiap malam hari selama bulan Ramadhan» (HR At-Tirmidzi [682] dan Ibnu Majah [1642]).

Ibnu Hajar al-‘Asqalani (773 – 852 H = 1372 – 1449 M) dalam Syarah Shahih Bukhari menyebutkan ada beberapa kemungkinan maksud dari hadits ini, yaitu:

  1. Kemungkinan yang dimaksud memang makna lahiriah dari hadits ini, yaitu: memang pada kenyataan dan hakekatnya, pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu.
  2. Mungkin juga, maksudnya adalah bahwa isyarat bahwa pada bulan Ramadhan, banyak sekali peluang pahala dan pemaafan dari Allah SWT, sementara peluang syetan untuk menggoda manusia menjadi sangat sempit seakan mereka dalam keadaan terbelenggu.
  3. Mungkin juga maksudnya adalah bahwa peluang-peluang kebaikan dan ketaatan terbuka sangat lebar dan ini menjadi sebab masuknya manusia ke dalam syurga. Sementara peluang-peluang keburukan menjadi menyempit dikarenakan terbukanya pintu-pintu dan peluang-peluang kebaikan tersebut. Sedangkan syetan pada bulan Ramadhan ini diperlemah daya godaannya oleh Allah SWT.
  4. Mungkin juga, yang dimaksud adalah rahmat dan taufik Allah SWT sangat melimpah pada bulan Ramadhan ini, sehingga membuat manusia dengan ringan dan mudah melakukan berbagai kebaikan dan ketaatan, sehingga hal ini menjadi sebab masuknya mereka ke syurga Allah SWT dengan mudah. Ini dari satu sisi.

Dari sisi yang lain, ibadah puasa, dan juga ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan ini seakan menjadi pembersih dan pencuci jiwa manusia dari segala potensi buruk dan  negative. Dengan demikian, peluang dan pintu neraka tertutup baginya.

Semoga kita mendapatkan bagian yang sangat besar dari rahmat Ramadhan ini, amin.

Mungkin Anda juga menyukai